Ambisi Sheina menekuni ilmu kerap berbenturan dengan kehendak suaminya, seperti dua arus yang saling bertolak tanpa pernah benar-benar menyatu.
Di celah keretakan itu, masa lalu tak lagi sekadar bayanganβia menjelma hadir di tanah Nabi, mengetuk kembali ruang hati yang pernah mereka singgahi. Kenangan pun berkelindan, membawa riak yang mengguncang, seakan menguji kembali fondasi ikatan yang baru mereka bangun.
Sanggupkah Sheina menjaga ikrar sakral yang telah ia sepakati, ataukah takdir justru menyeretnya ke arah pilihan yang tak pernah terlintas dalam doanya?
βββββββββββ
Cerita ini merupakan kelanjutan dari buku Shazil Medina. Untuk memahami alur, latar belakang tokoh, dan emosi yang tersirat dalam kisah ini secara utuh, disarankan untuk membaca buku pertama terlebih dahulu. Selamat menikmati kelanjutannya.
Ambisi Sheina menekuni ilmu kerap berbenturan dengan kehendak suaminya, seperti dua arus yang saling bertolak tanpa pernah benar-benar menyatu.
Di celah keretakan itu, masa lalu tak lagi sekadar bayanganβia menjelma hadir di tanah Nabi, mengetuk kembali ruang hati yang pernah mereka singgahi. Kenangan pun berkelindan, membawa riak yang mengguncang, seakan menguji kembali fondasi ikatan yang baru mereka bangun.
Sanggupkah Sheina menjaga ikrar sakral yang telah ia sepakati, ataukah takdir justru menyeretnya ke arah pilihan yang tak pernah terlintas dalam doanya?
βββββββββββ
Cerita ini merupakan kelanjutan dari buku Shazil Medina. Untuk memahami alur, latar belakang tokoh, dan emosi yang tersirat dalam kisah ini secara utuh, disarankan untuk membaca buku pertama terlebih dahulu. Selamat menikmati kelanjutannya.